Sabtu, 23 Februari 2013

CHAIRIL ANWAR

Diposting oleh Unknown di 19.06


Chairil Anwar adalah seorang sastrawan dari Indonesia.
Banyak karya-karya beliau yang telah banyak dinikmati, didaur ulang, dan dipentaskan. Karya beliau banyak sekali, dan sangat melegenda, meskipun beliau meninggal di usia 26 tahun. Beliau lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949, pada umur 26 tahun.
Ada banyak hasil karya Chairil Anwar yang telah dihasilkan sebelum akhir hidupnya, diantaranya : Deru campur Debu ( diterbitkan tahun 1949), Aku Ini Binatang Jalang (kumpulan sajak tahun 1942-1949), Kerikil Tajam Yang Terampas Dan Terputus (diterbitkan tahun 1949), Kena Gempur (terjemahan dari karya Jhon Stenbeck, diterbitkan tahun 1951), Pulanglah Ia Si Anak Hilang (terjemahan dari karya Andre Gide, diterbitkan tahun 1948), Tiga Menguak Takdir (diterbitkan tahun 1950), Derai-derai cemara (diterbitkan tahun 1998).

PUISI KARYA CHAIRIL ANWAR:

KRAWANG-BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957

0 komentar:

Posting Komentar

 

MY BLOG Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei